Keuangan Tidak Stabil di Kala Pandemi? Ini Tips Mengatur Keuangannya!
28 Jul
Aksiberbagi.com

Keuangan Tidak Stabil di Kala Pandemi? Ini Tips Mengatur Keuangannya!

Pandemi yang masih belum mereda sejak kurang lebih satu tahun yang lalu telah memakan banyak korban secara global. Setiap negara telah melakukan beberapa upaya salah satunya lockdown atau membatasi pengunjung dan warga negara untuk keluar masuk negara lain. Akibatnya, sejumlah sektor mengalami penurunan khususnya pada sektor ekonomi. Ketika ekonomi sebuah negara terhambat, maka terjadilah kebangkrutan, pemotongan gaji, hingga pengurangan jumlah pegawai.

Apabila kita termasuk dalam salah satu pekerja yang mengalami hal serupa diatas, perlu diwaspadai dan mulai mengontrol diri terhadap gaya hidup agar keuangan yang diperoleh saat ini cukup dan digunakan sesuai skala prioritas kebutuhan.

Ini dia cara-cara sederhana untuk mengatur keuangan selama pandemi:

1. Catat transaksi keuangan

Saat gaji diterima, perlu untuk mencatat sisa uang bulan kemarin ditambah jatah untuk bulan ini. Saat mengeluarkan uang pun, perlu untuk mencatat agar tidak kebingungan ketika uangnya mulai berkurang.

2. Tetapkan anggaran kebutuhan

Jika sudah memiliki rumah pribadi, hal ini menjadi penting untuk diperhatikan karena tiap bulannya harus membayar tagihan listrik, telepon, air, hingga wifi. Termasuk juga belanja bulanan, sekiranya perlu belanja untuk stok tiap pekan, maka perlu untuk dicatat budget belanja bulanan hingga bahan makanan atau bahan masak apa saja yang perlu dibeli. Hal ini berguna untuk mengontrol diri dari membeli bahan-bahan yang tidak perlu untuk dibeli.

3. Makan sederhana di rumah

Makan di rumah dengan memasak sendiri merupakan salah satu cara untuk menghemat pengeluaran. Memasak sendiri juga menguntungkan karena kita tahu bahan-bahan yang digunakan, peralatan yang higienis, dan menambah skill memasak. Dibandingkan dengan makan di luar yang instan namun mengeluarkan biaya 2-3 kali lipat, memasak sendiri adalah cara efektif untuk menghemat.

4. Jangan mudah tergiur dengan diskon

Baik belanja offline atau online, keduanya tidak pernah terlepas dari kata “diskon”. Jika dipetakan sesuai anggaran kebutuhan, perlu dipikir kembali apakah barang atau bahan yang berdiskon itu sesuai kebutuhan? Jika tidak sesuai, alangkah baiknya kita menahan diri untuk tidak membelinya.

5. Mencari pekerjaan sampingan

Pandemi ini dimanfaatkan oleh pemilik lapangan pekerjaan untuk menawarkan pekerjaan sampingan yang bisa dilakukan jarak jauh atau remote. Dimana pekerja tidak perlu datang langsung ke kantor untuk bekerja dan pekerjaan bisa dilakukan dimana saja. Pekerjaan sampingan lainnya yang bisa dilakukan biasanya menjadi reseller produk atau menjual jasa sesuai kemampuan seperti desain, catering, jahit, dan lain-lain.

6. Lakukan evaluasi keuangan tiap pekan/bulan

Setelah mencatat segala macam pengeluaran, penting juga untuk mengevaluasi pengeluaran yang termasuk pemborosan. Dengan evaluasi ini akan membantu mengontrol diri untuk menghindari pemborosan yang serupa.

Allah SWT telah menetukan rezeki setiap manusia, maka kita tidak boleh berkecil hati. Teruslah berusaha, bersyukur, dan melakukan perbaikan setiap harinya dengan menetapkan tujuan dan target agar rezeki yang kita usahakan itu diganti oleh Allah SWT dengan rezeki yang berlipat ganda. Tetap semangat pejuang rezeki dunia akhirat!

  • Share Artikel: