Di Usia berapa Kamu Tahu Asal Usul Hari Ibu di Indonesia?

Di Usia berapa Kamu Tahu Asal Usul Hari Ibu di Indonesia?
23 Dec

Di Usia berapa Kamu Tahu Asal Usul Hari Ibu di Indonesia?

Perayaan Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember setiap menjelang akhir tahun tentunya memiliki makna tersendiri. Sebagai seorang Ibu, hal ini bisa diartikan sebagai salah satu penghargaan dunia akan peranan seorang Ibu yang sangat berarti bagi keluarganya. Nah, Ibu tentunya bangga akan hal ini ya? Meski begitu, nyatanya tidak banyak yang memahami asal mula dari perayaan Hari Ibu lho!

Perayaan Hari Ibu awalnya muncul di Amerika Serikat yang kemudian berkembang ke negara lain dengan bergantung pada tradisi dan budaya masing-masing negara. Wajar jika perayaan Hari Ibu di masing-masing negara berbeda satu dengan yang lainnya. Untuk di Indonesia, Hari Ibu dirayakan setiap tanggal 22 Desember yang mengandung banyak makna sejarah serta filsafat.

Momen ini ditetapkan sejak pelaksanaan Kongres Perempuan pertama pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Saat itu, perempuan Indonesia menjalin kesatuan semangat juang kaum perempuan untuk bersama kaum laki-laki berjuang meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka.

Kemudian pada Kongres Perempuan II Tahun 1935 di Jakarta, ditetapkan bahwa perempuan adalah ibu bangsa yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang lebih menyadari dan lebih tebal rasa kebangsaannya.

Seiring dengan semakin berdayanya perempuan Indonesia, maka pada Kongres Perempuan III Tahun 1938 di Bandung, tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu dan sebagai tonggak bersejarah bagi kesatuan pergerakan perempuan Indonesia.

Tidak hanya sebagai ungkapan terima kasih kita atas jasa seorang Ibu sejarah tersebut diperingati, akan tetapi karena memiliki makna jasa ibu secara menyeluruh baik sebagai istri, ibu, maupun sebagai warga Negara.

Melalui semboyan Hari Ibu, mengandung arti tercapainya persamaan kedudukan, hak, kewajiban dan kesempatan antara kaum perempuan dan laki-laki merupakan kemitraan dan kesejajaran perlu diwujudkan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara. Esensi ini yang membuat peringatan hari Ibu di Indonesia memiliki makna yang lebih luas.

Perayaan Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember setiap menjelang akhir tahun tentunya memiliki makna tersendiri. Sebagai seorang Ibu, hal ini bisa diartikan sebagai salah satu penghargaan dunia akan peranan seorang Ibu yang sangat berarti bagi keluarganya. Nah, Ibu tentunya bangga akan hal ini ya? Meski begitu, nyatanya tidak banyak yang memahami asal mula dari perayaan Hari Ibu lho!

Perayaan Hari Ibu awalnya muncul di Amerika Serikat yang kemudian berkembang ke negara lain dengan bergantung pada tradisi dan budaya masing-masing negara. Wajar jika perayaan Hari Ibu di masing-masing negara berbeda satu dengan yang lainnya. Untuk di Indonesia, Hari Ibu dirayakan setiap tanggal 22 Desember yang mengandung banyak makna sejarah serta filsafat.

Momen ini ditetapkan sejak pelaksanaan Kongres Perempuan pertama pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Saat itu, perempuan Indonesia menjalin kesatuan semangat juang kaum perempuan untuk bersama kaum laki-laki berjuang meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka.

Kemudian pada Kongres Perempuan II Tahun 1935 di Jakarta, ditetapkan bahwa perempuan adalah ibu bangsa yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang lebih menyadari dan lebih tebal rasa kebangsaannya.

Seiring dengan semakin berdayanya perempuan Indonesia, maka pada Kongres Perempuan III Tahun 1938 di Bandung, tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu dan sebagai tonggak bersejarah bagi kesatuan pergerakan perempuan Indonesia.

Tidak hanya sebagai ungkapan terima kasih kita atas jasa seorang Ibu sejarah tersebut diperingati, akan tetapi karena memiliki makna jasa ibu secara menyeluruh baik sebagai istri, ibu, maupun sebagai warga Negara.

Melalui semboyan Hari Ibu, mengandung arti tercapainya persamaan kedudukan, hak, kewajiban dan kesempatan antara kaum perempuan dan laki-laki merupakan kemitraan dan kesejajaran perlu diwujudkan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara. Esensi ini yang membuat peringatan hari Ibu di Indonesia memiliki makna yang lebih luas.

Share