Akhlak Nabi SAW kepada anak yatim
29 Aug
Aksiberbagi.com

Akhlak Nabi SAW kepada anak yatim

Di zaman Nabi SAW ada satu anak di hari Raya pada waktu itu menangis melihat sahabat-sahabatnya bermain dia menangis. Maka anak kecil tersebut melihat dalam keadaan bersedih dan menangis. Lalu nabi datang dan bertanya, “kenapa kau sedih dan menangis?.” Anak tersebut tidak tau kalau yang bertanya rasulullah maka anak itu bilang, “tinggalkan aku, biarkan aku sendiri”

Maka ditanya oleh Rasul, kenapa kau menangis kenapa kau sedih. Anak itu bilang “bagaimana saya gak sedih, ayah saya telah meninggal dunia, meninggal di salah satu peperangan bersama dengan Rasulullah SAW. Ibu saya kemudia menikah lagi dengan seorang lelaki yang mengambil harta kami” Harta peninggalan ayahnya dikuasai ayah barunya. “Sampai akhirnya saya dalam keadaan lapar tidak punya makanan. Pakaian baru tidak ada saya cuma pakian yang lusuh”

“Saya tidak punya ayah, kehilangan harta, tidak punya makanan tidak punya pakaian yang baru dan setiap hari raya datang itu membuat saya tambah sedih, karena apa? Saya melihat teman-teman seusia saya ini semuanya dapat pakaian baru mereka kumpul dengan ayahnya. Mereka bisa kenyang, bisa makan, saya kelaparan. Tambah sedih kalau datang hari raya”

Maka kata Rasul SAW, “mau tidak kau kujadikan anak ku. Aku jadi ayahmu.?” Ini anak belum tahu kalau yang mengajak bicara Rasulullah. Anaknya masih kecil. Kemudia nabi bilang, “mau tidak kau kuangkat sebagai anak. Aku jadi ayahmu. Aisyah jadi ibumu, Fatimah jadi saudara wanitamu, Ali jadi pamanmu, Hasan dan Husen jadi saudaramu.” Kaget ini anak. Ternyata yang bicara Rasulullah SAW. Maka anak itu bilang, “siapa yang tidak mau yaa Rasulullah….”

Sebuah kebanggaan yang luar biasa diajak pulang sama nabi Muhammad, dikasih makan, dikasih pakaian baru, dibahagiakan oleh nabi Muhammad sampai anak itu setelah makan setelah pakai pakaian baru kembali ketempat teman-teman yang sedang main dalam keadaan wajah yang bahagia luar biasa.

Maka teman-temannya bingung, “baru saja kau berdiri disini dalam keadaan sedih, kok tiba-tiba sekarang kau tersenym bahagia.” Kata anak tadi, “yaa tadi saya tidak punya ayah, tapi hari ini ayah saya rasulullah SAW. Tadi saya lapar kemudian saya diajak makan sama nabi Muhammad tadi saya tidak punya pakian kemudian saya diberi pakian baru oleh rasulullah, tadi saya tidak punya keluarga hari ini Fatimah saudara wanita saya, Ali adalah paman saya, Hasan dan Husen adalah saudara saya. Aisyah adalah ibu saya”

Sampai anak-anak disitu yang sedang bermain berkata, “andai saja ayah kami juga mati di salah satu peperangan dengan rasulullah SAW.” mereka juga berharap diangkat anak nya oleh Rasullah SAW sampai mereka berkata andai saja ayah kami juga wafat di medan peperangan bersama Rasulullah SAW

Cintanya Nabi kepada anak yatim luar biasa karena beliau merasakan, merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang yatim maka dari itu sampai Nabi menganjurkan kalau bisa kita memelihara anak yatim, jangan sampai kita mendzolimi anak yatim. Jangan sampai kita berbuat buruk kepada anak yatim

  • Share Artikel: