Hikmah Luar Biasa Dibalik Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS

Hikmah Luar Biasa Dibalik Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS
17 Jul

Hikmah Luar Biasa Dibalik Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS

Kisah Yang Begitu Apik Untuk Dirindu

Sungguh momentum Idhul Adha memiliki ibrah yang mendalam karena mengingatkan kepada kita semua pada kisah kekasih Allah, bapak dari semua nabi yaitu Nabi Ibrahim AS, bukan hanya pribadinya, namun pada keluarganya, yang selalu dijunjungkan atasnya shalawat ummat Muhammad AS. Berbagai kisahnya begitu apik untuk dirindu, diteladani, menjadi hikmah bagi generasi selanjutnya, tak terkecuali kita. Kisah kepasrahan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam menjalankan perintah Allah diabadikan oleh Allah dalam Alquran, Surat As-Shaffat Ayat 99-111

 

Pentingnya Mendidik Anak Yang Shaleh

Kepasrahan Nabi Ismail 'alaihissalam telah menunjukkan betapa suksesnya Nabi Ibrahim dalam membentuk karakter anaknya sehingga menjadi anak yang shalih. Tentu saja ini tidak lepas dari usaha dan doa yang senantiasa beliau panjatkan, "Ya Allah berikanlah kepadaku anak yang shalih." Lihatlah betapa tunduk dan patuhnya Nabi Ismail kepada Ayahnya walau harus mengikhlaskan nyawanya dikorbankan demi memastikan terwujudnya perintah Allah yang disampaikan kepada Ayahnya, Ibrahim melalui mimpi. Tentu saja, sosok anak shalih seperti Ismail merupakan anugerah yang tak ternilai yang Allah berikan kepada Nabi Ibrahim.

 

Serahkan Anak Kita untuk Agama ALLAH

Nabi Ibrahim telah memberikan kita keteladanan dirinya yang siap mengorbankan apa saja demi agama Allah. Ibrahim AS bahkan ridha berpisah selamanya dengan anak semata wayang jika dengan itu demi mendapatkan keridhaan Allah SWT. Allah melanjutkan kisahnya di dalam Al-Qur’an:“Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).” (QS Ash-Shafaat [37] : 103)

Nabi Ibrahim lalu membaringkan anaknya di atas pelipisnya (pada bagian wajahnya) dan bersiap melakukan penyembelihan dan Ismail pun siap menaati perintah ayahnya.

“Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS Ash-Shafaat [37] : 104:107)

Allah menguji Nabi Ibrahim dengan perintah untuk menyembelih anaknya tercinta, dan Nabi Ibrahim dan Ismail pun menunjukkan keteguhan, ketaatan dan kesabaran mereka dalam menjalankan perintah itu. Lalu Allah menggantikan dengan sembelihan besar, yakni berupa domba jantan dari Surga, yang besar berwarna putih, bermata bagus, bertanduk serta diikat dengan rumput samurah. Wallahu a’lam.

Demikianlah sejarah Ibadah qurban dari Nabi Ibrahim dan Ismail yang kemudian menjadi ibadah sunnah yang utama bagi umat Islam di hari Raya

 

Share